Tentang Teknik Industri |Industrial Engineering | Operation Management
Anda tentunya bisa mendapatkan referensi tentang sejarah teknik industri dari textbook. Saya di sini hanya sekedar membuat ikhtisar berdasarkan pemahaman saya yang didapat dari beragam referensi, kuliah, dan diskusi dengan terutama dosen. Seiring dengan bertambahnya pemahaman saya (dan tersedianya waktu untuk menuliskan), tulisan ini akan terus dikembangkan.
Update 1: 4 Agustus 2009. Tulisan ini banyak diinspirasi oleh ibu Maria Anityasari, S.T., M.E., Ph.D.
Apa sih itu teknik industri?
Teknik industri terkait erat dengan desain dari sistem produksi. Insinyur T.Industri akan menganalisa dan mengidentifikasi komponen terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, dan fasilitas untuk menciptakan sistem yang efektif efisien demi penciptaan barang dan jasa untuk kebaikan bagi umat manusia.
Apa yang dimaksud dengan sistem produksi?
Kata kuncinya di sini adalah proses transformasi yang menghasilkan barang dan juga jasa. Teknik Industri berfokus pada “bagaimana” sebuah produk dibuat dan/atau “bagaimana” sebuah layanan dirancang/dihantarkan. Tujuan dari T.Industri adalah meningkatkan aspek “bagaimana”.
Apa yang dimaksud dengan “meningkatkan” di sini?
Secara umum, kriteria untuk menilai improvement adalah produktivitas dan kualitas. Produktivitas artinya menghasilkan lebih banyak dari resource yang diolah, sekaligus menyentuh aspek efisiensi. Kualitas menilai nilai atau efektivitas dari output.
Dan melangkah lebih jauh lagi, dengan meningkatkan kita juga melihat apa2 (motif dan issue) yang saat ini menjadi trend di dunia industri. Jika kita amati, maka timeline industri manufaktur (barang dan jasa) sedari masa penciptaan produk untuk pertama kalinya secara individual , ada pola pergerakan motif sebagai berikut:
- Motif Biaya (Cost). Dari pembuatan produk sendiri2, manusia mulai bekerja dalam kelompok dengan adanya spesialisasi dan pembagian tugas yang jelas. Ini dilakukan untuk menekan biaya.
- Motif Kualitas (Quality). Setelah begitu banyak produk/jasa muncul di pasaran, pelanggan mulai inginkan sesuatu yang berbeda. Sehingga muncullah dorongan untuk penuhi ‘kualitas’ untuk penuhi kebutuhan pasar.
- Motif Kecepatan (Speed). Setelah produk-produk bermunculan di pasar. Orang mulai menginginkan perbaikan dalam hal waktu, karena ternyata menjadi distingtif (berbeda) mengorbankan Speed. Pasar menghendaki produk berkualitas tinggi yang bisa tersedia dengan cepat sesuai permintaan/janji (timely manner)
- Motif Fleksibilitas (Flexibility). Pasar menginginkan adanya variasi yang lebih banyak lagi.
- Motif Inovasi (Innovation). Keseluruhan motif di atas dipicu oleh pasar/konsumen. Namun untuk yang satu ini, motifnya datang dari produsen dengan menawarkan sesuatu hal yang benar2 baru. Contoh: komputer laptop, handphone kamera.
- Motif Sustainability [dengan gagasan GREEN and Corporate Social responsibility]. Sustainability merupakan trend dunia manufaktur (barang & jasa) di masa mendatang. Green dan CSR saat ini sudah menjadi semacam fitur standar bagi produk/layanan yang disukai pelanggan. Konsumen sekarang menuntut perusahaan untuk juga peduli pada masyarakat kecil melalui program CSR mereka, dan juga menuntut agar produk/layanan yang dikonsumsi tidak merusak lingkungan. Gagasan sustainability ini bahkan juga bisa meningkatkan keuntungan perusahaan dan mengubah paradigma manufaktur di perusahaan (misal kebijakan standarisasi charger handphone)
Maka salah satu kompetensi penting dari insinyur Teknik Industri adalah dalam membawa sebuah perusahaan ke tingkatan motif yang lebih tinggi. Karena bila perusahaan terjebak atau stuck pada motif COST saja, maka dia pasti tak akan bisa maju menjadi pemenang dalam persaingan dan pemberian value yang istimewa kepada konsumen.
Mengapa Anda selalu menyebutkan manufaktur sebagai barang dan jasa? Bukankah sudah jelas bahwa yang namanya manufaktur itu adalah terkait dengan produk barang.
Karena saat ini issue antara barang dan jasa sudah menjadi blur atau kabur, tidak lagi terpisah tegas. Produk dan jasa selalu muncul secara beriringan sebagai satu paket dan terkait satu sama lain secara erat. Contoh saja, Anda membeli handphone, bukankah Anda amat peduli dengan jaminan garansinya? Apakah garansi itu produk? Bukankah yang Anda beli adalah handphone nya? Anda tentu tidak menyukai produk yang tidak memiliki after sales service yang bagus, bukan? Maka dalam teknik industri, kita juga berbicara tentang produksi jasa.
Mengapa kok menekankan pada sistem?
Teknik Industri berfokus pada desain sistem. Proses produksi bagaimanapun terdiri atas banyak bagian yang saling berinteraksi dan bekerja bersama. Pengalaman telah menunjukkan bahwa perubahan yang dikenakan pada satu bagian saja belumlah cukup untuk berikan dampak perbaikan pada keseluruhan. Oleh karenanya, insinyur T.Industri biasanya bekerja dengan tool yang menekakan analisis dan desain sistem.
Mengapa kok disebut teknik?
Secara umum, engineer atau teknik terkait dengan anasis dan desain sistem. Teknik industri terkait dengan sistem produksi yang mengaplikasikan sains dan matematika untuk pengembangan produk dan jasa demi kebaikan umat manusia. Teknik Industri menggunakan model matematika sebagai perangkat utama untuk memahami sistem. Namun teknik industri juga mengintegrasikan keilmuan yang terkait dengan social science dan humanities, mengingat sistem yang terkait dengan produksi juga melibatkan manusia.